Doa adalah salah satu ibadah yang dicintai Allah. Doa merupakan salah satu dzikir yang sangat utama bagi setiap Muslim, karena dengan doa seseorang hamba akan merasakan lemahnya dirinya dihadapan Rabb-nya dan menunjukkan butuhnya dirinya kepada petolongan Rabb-nya tatkala menghadapi musibah dan kesulitan.
Allah berfirman,
وقال ربكم ادعوني أستجب لكم إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم داخرين.
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”.(Al-Mukmin:60)

Nabi صلى الله عليه وشلم bersabda,
“Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan.”(HR Al-Hakim dan At-Tirmidzy dihasankan Al-Albany dalam Al-Jami’: 7687)

?Banyak ayat Al-Qur’a dan hadits Nabi yang sohih yang menerangkan keutamaan doa, sehingga jangan sampai kita lalai dari keutamaannya.

Namun demikian, doa memiliki syarat yang harus dipenuhi jika menginginkan terkabulnya.

Adapun syarat terkabulnya doa:

1]. Ikhlas
Sebagaimana firman Allah.
“ Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya”. [Ghafir : 14]

[2]. Tidak Berdoa Untuk Sesuatu Dosa
[3]. Tidak berdoa untuk Memutuskan Silaturrahmi
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda.
“Apabila seorang muslim berdoa dan tidak memohon suatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan diakabulkan oleh Allah salah satu dari tiga ; Akan dikabulkan doanya atau ditunda untuk simpanan di akhirat atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya”.[HR Ahmad 3/18. dihasankan Al-Albany dalam At-Targhoeb].

[4]. Hendaknya Makanan Dan Pakaian Dari Yang Halal

[5]. Tidak Tergesa-gesa Dalam Menunggu Terkabulnya Doa
Rasulullah bersabda.
“Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan : Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan”. [HR Al-Bukhari, 7/153. Muslim, 8/87]

[6] Hendaknya Berdoa Dengan Hati Yang Khusyu’

[7]. Yakin Bahwa Doanya Pasti Akan Dikabulkan.
(Rujukan: Kesalahan Dalam Berdo’a oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, penerjemah Zaenal Abidin, Lc/darulhaq)

Semoga bermanfaat

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc