Bersikap lemah lembut, berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan atau memberikan hukum merupakan tuntutan yang harus dipenuhi setiap orang yang mengajak kepada agama Alloh.
Sehingga dia mendapatkan taufik dalam dakwah dan terhindar dari malapetaka perangkapnya syaithon dan bala tentaranya.

Allah berfirman pada Nabi-Nya,

فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [ Ali ‘ Imran: 159 ]

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُوْنُ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sesungguhnya tidaklah lemah lembut itu berada pada sesuatu apapun kecuali akan menghiasinya dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan membuatnya jelek.” (HSR. Muslim)

Terlebih lagi dalam dakwah, betapa banyaknya orang-orang yang masuk Islam dari sejak zaman Nabi sampai sekarang dikarenakan merasakan dan melihat kelembutan akhlak Islam.

Dalam hadits lain, beliau menegaskan,

مَنْ يُحْرَمُ الرِّفْقُ يُحْرَمُ الْخَيْرُ

“Siapa yang diharamkan dari sifat lemah lembut maka diharamkan (untuknya) kebaikan.” (HSR. Muslim)

Diantara sebab menjauhnya manusia dari Islam adalah sikap kaku dan keras yang dilakukan sebagian kaum muslimin yang minim ilmu dan pengetahuannya tentang Islam.
Mereka mudah menjatuhkan vonis sesat dan kafir kepada selain kelompoknya atau kepada orang yang masih awam dalam ilmu agama.
Terlebih sikap para pelaku teror dari para teroris yang seolah-olah membela Islam padahal Islam sama sekali tidak mengajarkan cara yang seperti itu.

Dalam hadits ‘Aisyah, Rasululloh menyatakan,

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ

“Sesungguhnya Allah mencintai kelemah lembutan dalam segala perkara.” (HR Bukhory-Muslim)

Rasulullah pernah memuji sahabat Al-Asyajj ‘Abdul Qais karena kelembutannya,

إِنَّ فِيْكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ

“Sesungguhnya pada engkau ada dua sifat yang dicintai oleh Allah, (yaitu) Al-Hilm (kebijaksanaan) dan Al Anah (tidak tergesa-gesa).” (HR. Muslim)

Dalam sabdanya yang lain, Rasulullah mengingatkan tentang baiknya sifat pelan-pelan atau teliti dan bahayanya sifat tergesa-gesa juga,

التَّأَنِّيْ مِنَ اللهِ وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sikap pelan-pelan (tidak tergesa-gesa) itu dari Allah dan sikap tergesa-gesa itu dari syaithan.” (Dihasankan oleh Al-Albany dalam Ash-Shahihah no. 1795).

Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan untuk bersikap lembut, hati-hati, teliti, tidak kaku dan keras serta tidak tergesa-gesa dalam semua hal.

Dinukil dari berbagai sumber mausu’ah hadits.