Imam Malik pernah menyatakan,
“Tidak akan menjadi baik nasib umat ini, melainkan dengan apa yang telah memperbaiki generasi pendahulunya.”

Dakwah Ahlus Sunnah memulai perubahan dengan apa yang dimulai oleh para Salafusshaalih dalam merubahnya. Dimana perubahan itu dimulai dari diri-diri mereka sendiri, dengan mengupayakan “At-Tashfiyah” atau pemurnian aqidah dari kotoran-kotoran syirik, bid’ah dan khurafat jahiliyyah, serta “At-Tarbiyah” atau pembekalan diri dengan ilmu tauhid, aqidah dan sunnah. Maka perubahan yang dibangun di atas manhaj Salafusshaalih inilah yang sesungguhnya menjadi sebab kemenangan yang diberkahi oleh Allah, meskipun membutuhkan kesabaran dan waktu yang cukup panjang.
Allah berfirman:

وعد الله الذين آمنوا منكم وعملوا الصالحات ليستخلفنهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكنن لهم دينهم الذي ارتضى لهم وليبدلنهم من بعد خوفهم أمنا يعبدونني لا يشركون بي شيئا ومن كفر بعد ذلك فأولئك هم الفاسقون

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang beramal shalih, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Allah memberi kekuasaan pada orang-orang sebelum mereka. Dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah keadaan mereka, setelah mereka dalam keadaan ketakutan menjadi aman tentram, mereka tetap mentauhidkan Aku dan tidak berbuat kesyirikan sedikitpun. Dan barangsiapa tetap kufur setelah itu, maka mereka adalah orang-orang yang fasik.” (An-Nuur: 55)

Demikian janji Allah atas orang-orang yang beriman dan beramal shalih, tatkala mereka berupaya mentauhidkan Allah dan berlepas diri dari kesyirikan, maka Allah akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi. Sebagaimana orang-orang yang telah diberi kekuasaan oleh Allah pada umat-umat terdahulu.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَالْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرَعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ،سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّىتَرْجِعُوْا إِلَى دِيْنِكُم

‘Apabila kalian telah berjual beli dengan cara ‘inah, dan kalian telah disibukkan memegang ekor-ekor sapi, dan telah senang dengan bercocok tanam dan juga kalian telah meninggalkan jihad, niscaya Allah akan timpakan kehinaan kepada kalian, tidak akan dicabut kehinaan tersebut hingga kalian kembali kepada agama kalian’.”(HR Abu Dawud no. 3003 dan Ahmad (2/28) dishohihkan l-Albany dalam Silsilah ash-Shahihah no.11)

Baiknya ummat ini adalah ketika mereka mau meninggalkan penyimpangan-penyimpangan mereka baik berupa bid’ah ataupun perkara maksiyat, lalu kembali kepada agamanya sebagaimana agama yang dipegangi oleh para Salafus solih.

Perbaiki Tauhid, Aqidah dan Manhaj Sebelum Berjuang.
Niscaya kalian menang….!!