Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ.
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.”[Al-Anfal: 24]

Berkata Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar,
Faedah ayat ini,
1 ). Firman Allah,
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ }
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu”. Kehidupan yang bermanfaat hanya dapat diraih dengan memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya, maka barangsiapa yang belum mampu memenuhi panggilan itu tiada kehidupan baginya, oleh karena itu kehidupan yang hakiki adalah ketika panggilan Allah dan Rasul-Nya telah terpenuhi baik zohir maupun bathin; mereka hidup sekalipun mereka telah mati, sedangkan yang lainnya bagaikan orang mati sekalipun mereka hidup.
2 ). Di dalam al-qur’an setidaknya (ada 97 ayat) berbicara tentang kewajiban mendengar panggilan wahyu Allah, diantaranya ada tiga macam pendengaran itu :

  • Mendengarkannya melalui suara, yaitu dengan telinga.
  • Mendegarkan melalui pemahaman, yaitu dengan otak.
  • Mendegarkan melalui ketaatan dan menerimanya, yaitu dengan hati dan anggota badan, dari dua macam yang pertama adalah wasilah untuk kita aplikasikan pada pendengaran yang ketiga, dan itu ada pada surah al-Anfal : 19-23, oleh karena itu janganlah kamu jauhkan hatimu dari mendegaran al-Qur’an.
    3 ). Ketahuilah bahwasanya Allah lah yang melindungimu dari kesalahan-kesalahan :

{ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ }
“ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan”. Suatu ketika Umar mendengar seorang lelaki berkata dalam doanya : ‘Ya Allah sesungguhnya engkaulah yang membatasi antara manusia dan hatinya, maka batasilah antara aku dan maksiat kepada-Mu” Umar kemudian tersentuh dengan doa itu lalu ia mendokan lelaki tersebut.
(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar)

Allah memanggil orang-orang yang beriman kepada-Nya sebagai tuhan mereka dan Muhammad sebagai nabi dan rasul mereka, penuhilah (seruan) Allah dan Rasul-Nya dengan ketaatan apabila rasul menyeru kalian kepada hal yang menghidupkan kalian berupa kebenaran.Dalam memenuhi seruan ini, terkandung kemashlahatan bagi hidup kalian di dunia dan di akhirat. Dan ketahuilah (wahai kaum Mukminin), bahwa sesungguhnya Allah yang mengendalikan segala sesuatu, yang maha kuasa untuk menghalang-halangi antara manusia dari apa yang diinginkan hatinya. Dia dzat yang sepatutnya dipenuhi seruannNya apabila menyeru kalian, sebab ditanganNya lah kekuasaan segala sesuatu. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan dikumpulkan pada hari yang tidak ada keraguan tentangnya, lalu Dia memberikan balasan kepada masing-masing dengan balasan yang berhak diterimanya.

Ibnul Qayyim -رحمه الله- berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan yang bermanfaat hanyalah didapatkan dengan memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka barangsiapa yang tidak memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, maka dia tidak akan merasakan kehidupan (yang baik). Meskipun dia memiliki kehidupan (seperti) hewan yang juga dimiliki oleh binatang yang paling hina (sekalipun). Maka kehidupan baik yang hakiki adalah kehidupan seorang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya secara lahir maupun batin.”
(Dinukil dari Al Fawa-id, hal. 121)

Wallahu a’lam

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Open chat