Seseorang yang benar-benar hidup, cerdas dan mencintai dirinya tidak akan pernah mengutamakan kecintaan kepada sesuatu yang mendatangkan mudharat, kesengsaraan dan penderitaan kepadanya.

Namun ada sebagian manusia yang sebaliknya, mereka senang dalam kemudhorotan dan kebinasaan…
Tindakan semacam itu tidak terjadi kecuali disebabkan karena rusaknya penalaran dan pengetahuannya.
Yang seperti ini terjadi karena kejahilan atau kebodohannya.
Atau munculnya hal itu karena rusaknya tujuan dan dan keinginannya.
Yang demikian itu terjadi karena kedholimannya.

Pada asalnya manusia diciptakan dalam kedholiman dan kebodohan.

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

” Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”[Surat Al-Ahzab 72]

Barangsiapa yang diinginkan baik oleh Alloh, maka Alloh akan mengajarinya ilmu yang bermanfaat baginya sehingga ia terbebas dari kebodohan; kemudian Alloh menjadikan ilmu yang telah diajarkan-Nya berbuah, sehingga ia bisa terbebas dari kedholiman.

Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ خَلَقَ خَلْقَهُ فِي ظُلْمَةٍ ، ثُمَّ أَلْقَى عَلَيْهِمْ مِنْ نُورِهِ يَوْمَئِذٍ ، فَمَنْ أَصَابَهُ مِنْ نُورِهِ يَوْمَئِذٍ اهْتَدَى ، وَمَنْ أَخْطَأَهُ ضَلَّ .
إسناده صحيح رجاله كلهم ثقات ” انتهى من ” السلسلة الصحيحة ” (رقم/1076)
“Sesungguhnya Alloh telah menciptakan makhluknya dalam kegelapan, kemudian menurunkan sebagian cahaya-Nya kepada mereka. Maka barangsiapa yang terkena cahaya tersebut, ia mendapatkan petunjuk; dan barangsiapa yang tidak terkena oleh cahaya itu, maka ia tersesat. “(HR Tirmidzy, Ahmad dan Al-Hakim disohihkan Al-Albany dalam silsilah Ash-Shohihah no. 1076)

Adapun nafsu umumnya senang kepada yang mudhorot karena jahilnya dan dholimnya.

Firman-Nya:
” Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”(Al-Qaşaş: 50 )

Sedangkan mereka yang mendapatkan hidayah akan menjadikan dia berada dalam keadilan dan tidak melampui batas larangannya.
Hal ini tidak lain disebabkan ilmu dan keadilan yang dia dapatkan.

Dinukil secara bebas dari Ighotsatul Lahafan oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim.

Abu Yusuf Masruhin Sahal