Nasehat Untuk Orang Berilmu

Al-Allamah, DR. Robi’ bin Hadi Al-Madkholy-hafidzahullah-menuturkan :

” فإنني أذكر نفسي والعلماء جميعًا بالأمور التالية :

(١) أن نعمل بالعلم ظاهرًا وباطنًا ، إذ غاية العلم العمل ، ومن خالف عمله علمه فالنار النار .

(٢) أن نهتم بنشره ، وبيانه للناس اقتداءً بأنبياء الله ورسله والصالحين المصلحين من عباده.

(٣) وأن نخلص لله في الطلب والنشر ، بحيث لا نرجو الثواب إلا من الله ، ولنتذكر ما جاء من الوعيد الشديد لمن يتعلمون العلم من أجل مقاصد دنيوية ما ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال { من تعلم علمًا مما يُبتغى به وجه الله ، لا يتعلمه إلا ليصيب به عَرَضًَا من الدنيا ، لم يجد عَرفَ الجنة يوم القيامة }.

(٤) أن نصبر على المشقة في الطلب وعلى الأذى في التبليغ إذ أن طالب العلم المُبلِّغ عن الله أمره ونهيه ومراده من خلقه لابد أن يناله الأذى ، شأنه في ذلك شأن الأنبياء الذين نالهم من الأذى أثناء دعوتهم للخلق ما لا مزيد عليه .”

“Maka sungguh saya mengingatkan diriku dan seluruh ulama dengan perkara-perkara berikut :

1) Agar mengamalkan ilmu, secara lahir dan bathin, karena tujuan dari ilmu adalah diamalkan, dan barangsiapa yang kontradiksi antara amalan dan ilmunya, maka neraka adalah tempat kembalinya.

2) Memberikan perhatian penuh untuk menyebarkan dan menjelaskannya kepada manusia, sebagai bentuk meneladani para Nabi, Rasul, dan orang Sholih serta orang-orang yang melakukan perbaikan.

3) Ikhlas semata-mata karena Allah didalam menuntut (ilmu) dan menyebarkannya, yaitu tidak berharap balasan (pahala) kecuali dari Allah. Mengingat ancaman yang keras terhadap mereka yang menuntut ilmu dengan maksud adan tujuan duniawi. Telah ada sabda Nabi sallalahu alaihi wasallam (artinya) :”barangsiapa yang menuntut ilmu, seharusnya ia menuntutnya karena mengharap wajah Allah, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan sebagian dari dunia, maka ia tidak akan mendapatkan baunya Surga pada Hari Kiamat.”[HR. Abu Dawud no. 3179, Ibnu Majah no.248, Ahmad no.8103, dari Abu Hurairah radiyallahu anhu].

4) Bersabar atas berbagai kesulitan tatkala menuntut ilmu, bersabar terhadap berbagai gangguan tatkala menyampaikannya, karena penuntut ilmu yang menyampaikan ilmu dari Allah tentang apa-apa yang diperintahkanNya, dilarangNya, dan yang diinginkan dari mahlukNya, pastilah akan merasakan gangguan, keadaannya ketika itu, adalah keadaan para Nabi, yang mana mereka memperoleh gangguan yang luar biasa tatkala mereka berdakwah kepada manusia.

_____________
Al-Afnan An-Nadyah : 1/58-59