Mimisan atau epistaksis bukanlah merupakan suatu penyakit akan tetapi merupakan gejala dari suatu kelainan. Anak-anak sampai orang tua bisa saja mengalami mimisan, akan tetapi terkadang kita tidak tahu atau sebagian orang tua tidak tahu bagaimana pertolongan pertama untuk mengatasi mimisan yg terjadi pada buah hatinya?
Mari kita kupas sedikit tentang mimisan ini.
Apa saja yang bisa menyebabkannya dan bagaimana penanganannya?

?Mimisan adalah: keluarnya darah dari hidung baik karena sebab lokal dari hidung maupun karena sebab umum

Penyebab lokal meliputi:
?Idiopatik: biasanya dari plexus kisselbach/ littels area
?Traumatik: biasanya karena korek-korek hidung yang keras, mengeluarkan ingus yg terlalu kuat, retaknya/patahnya tulang hidung dan lain-lain
?Radang: karena radang hidung akut atau kronik
?Neoplasma/tumor: baik jinak maupun ganas yang bisa berasal dari hidung, sinus paranasal dan nasopharing
?Environment: tempat tinggi, tekanan rendah, lingkungan yang udaranya sangat dingin

Penyebab umum:
?Penyakit kardiovaskuler seperti  hipertensi dan kelainan pembuluh darah. Tekanan darah vena yg tinggi misalnya pada kelainan paru seperti pneumonia atau pertusis
?Penyakit darah/pembuluh darah: leukemia, hemophilia, trombositopenia
?Infeksi sistemik, seperti demam berdarah dengue, influenza, morbili atau demam thyphoid
?Gangguan endokrin, seperti pada kehamilan, mens dan menopause
?Kelainan kongenital/ bawaan seperti penyakit osler

?Terapi yang bisa dilakukan pada mimisan bermacam2 tergantung ringan beratnya mimisan dan penyebabnya.

Diantaranya bisa dilakukan :
✅Bekuan darah dibersihkan dari rongga hidung, gunanya untuk mengetahui anatomi dan asal perdarahannya dan terkadang mimisan bisa langsung berhenti.
Caranya bisa pakai alat atau dengan cara mengeluarkan ingus  (sisi, bhs jawa) yang agak kuat.
✅Menekan cuping hidung 5-15 menit pada mimisan yang asalnya dari depan
✅Mengisi rongga hidung dengan kapas yg dibasahi dengan obat anti nyeri atau obat untuk menyempitkan pembuluh darah
✅Tampon hidung tujuannya untuk memberikan penekanan pada pembuluh darah sehingga perdarahan bisa berhenti
✅Belloque tampon: menutup perdarahan sampai ke perbatasan pharing jika perdarahannya terjadi di belakang hidung
✅Pengikatan arteri etmoidalis depan dan belakang
✅Cauterisasi terhadap sumber perdarahan

Pada mimisan yang sumber perdarahannya dari depan (pleksus kiesselbach), paling banyak terjadi pada anak2.
Biasanya perdarahan tidak begitu hebat dan bila pasien duduk darah akan keluar melalui lubang hidung. Seringkali dapat berhenti spontan dan mudah diatasi.

Pada mimisan yang perdarahan dari belakang,  sering terjadi pada pasien usia lanjut yang menderita hipertensi atau penyakit kardiovaskuler lainnya.
Perdarahan biasanya hebat dan jarang berhenti spontan.

Jadi, pada dasarnya 90% kasus mimisan dapat berhenti sendiri -biidznillah-.
Sedang pada pasien hipertensi  biasanya perdarahan hebat, sering kambuh dan angka keberhasilan sedikit.

Jika sudah dilakukan penanganan awal yaitu pembersihan bekuan darah dan penekanan cuping hidung darah masih belum juga berhenti, segera diperiksakan ke dokter untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Semoga tulisan singkat tentang mimisan ini dapat memberi wawasan kepada orang tua agar bisa memberikan pertolongan pertama pada mimisan

Rujukan : Staf Pengajar THT Univ. Brawijaya Malang dengan beberapa tambahan

?dr. Tita Kusmawati
Addawa’ Research
– CV Rizki Abadi –
Link: www.addawacyber.com

Untuk pengobatan herbal bisa langsung konsultasi & hubungi dr. Tita Kusmawati. WA : 081234400811