Sunnah adalah jalan, tabiat, perilaku dan penjelasan.
Sunnah Allah artinya hukum Allah yang diberlakukan dialam semesta ini, juga keterangan Allah, perintah dan larangan-Nya.
Sedangkan sunnah menurut istilah adalah jalan hidup yang ditempuh oleh Nabi صلى الله عليه وسلم yang mencakup sabda-sabdanya, perbuatan-perbuatannya dan ketetapan-ketetapannya secara umum.

Sunnah adalah syarah bagi al-Qur`an.
Tugas Rasulullah صلى الله عليه وسام adalah:
1.)    Menyampaikan wahyu al-Qur`an:
2.)    Menjelaskan dan menerangkan wahyu al-Qur`an:
Nabi menjelaskan al-Qur`an itu dengan tiga cara:
a.)    dengan ucapan
b.)    dengan perbuatan
c.)    dengan ketetapannya oleh karena itu Allah berfirman:

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.”(An-Nahl: 44)
Karena itu al-Qur`an lebih membutuhkan kepada al-Sunnah daripada As-Sunnah kepada al-Qur`an, As-Sunnah itu sama kedudukannya dengan al-Qur`andalam hal menghalalkan dan mengharamkan. Rasulullah bersabda:

أَلاَ وَإِنِّيْ أُوْتِيْتُ الْقُرْآنَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ
“Ingatlah aku ini diberi al-Qur`an dan yang semisalnya bersamanya.” (HR. Abu Daud, 4604 dishohihkan Al-Albany)

Makna Sunnah meliputi:

▶. Sunnah berarti hadits, yaitu wahyu Allah selain al-Qur`an.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِهِ
“Aku tinggalkan ditengah-tengah kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu: kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik dalam Al-Muwatho’ dishasihkan al-Albani dalam Silsilah As-Shahihah, 1761).
▶. Sunnah berarti agama yang ada pada Nabi صلى الله عليه وسام  yang meliputi ilmu, amal dan petunjuk yang dibawa oleh Nabi. Sunnah disini berarti al-Qur`an dan al-hadits. Rasulullah bersabda:

فَمَنْ رَغِمَ عَنْ سُنَّتِىْ فَلَيْسَ مِنِّيْ
“Barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku maka dia bukan golonganku.” (HR. Bukhari 7/2, Muslim, 5063)

وَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّتِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِي عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ …
“Sesungguhnya barangsiapa diantara kamu hidup sesudahku maka ia akan menyaksikan perselisihan yang banyak, maka kamu wajib berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa` Rasyidun sesudahku, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham.” (HR At-Tirmidzy, 2676 ; Abu Dawud, 4607 dishohihkan Al-Albany)

Imam Makhul berkata; “Sunnah itu ada dua; yang satu mengambilnya adalah fardhu dan meninggalkannya adalah kufur. Yang kedua adalah sunnah yang apabila diambil itu adalah fadhilah dan bila ditinggalkan dan diganti dengan lainnya adalah dosa.”(Riwayat Ad-Darimi)
▶. Sunnah adalah ajaran Rasul صلى الله عليه وسلم, berhadap-hadapan dengan bid’ah.
Nabi bersabda:
مَا اَحْدَثَ قَوْمٌ بِدْعَةً إِلاَّ رُفٍعَ مِثْلُهَا مِنَ السُّنَّةِ
“Tidak ada suatu kaum yang menciptakan bid’ah melainkan diangkatlah sunnah yang sepertinya.” (HR. Ahmad, 16522 dihasankan Ibnu Hajar dalam Fathul Bary, 13/253).

Ibn mas’ud berkata:

الإِقْتِصَادُ فِى السُّنَّةِ خَيْرٌ مِنَ اْلإِجْتِهَادِ فِي الْبِدْعَةِ
“Sederhana dalam sunnah itu lebih baik daripada serius dalam bid’ah.” (Diriwayatkan Ad-Darimi, 223; Al-Lalikai 1/55)
▶. Sunnah berarti hukum sunnah yaitu lawan dari hukum wajib, Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ عَلَيْكُمْ صِيَامَ رَمَضَان وَسَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kamu puasa Ramadhan sedangkan aku telah mensunnahkan untukmu qiyamullailnya.” (HR. Ahmad)
▶. Sunnah digunakan untuk menunjukkan kondisi generasi salaf yang mengikuti (ittiba’) ilmu dan amal Nabi, karena itu mereka menyebut orang-orang berpegang teguh dengan sunnah Nabi dengan sebutan Ahlu Sunnah Wa Al-Jama’ah.
▶. Sunnah berarti akidah yang haq, istilah ini terkenal penggunaannya pada abad ke-3 H. Pada masa para imam yang empat terutama pada masa Imam Ahmad.

📌Berikut perkataan para Salaf tentang kedudukan Sunnah:

▶Berkata Sahl bin Abdulloh رحمه الله,

« مثل السّـُنَّة في الدنيا مثل الجنة في الآخرة، من دخـل الجـَنّة في الآخـرة سَلِم، ومن دخـل السُّـنَّة في الدنيا سَلِم ».

|[ “ذم الكلام” (٣٨٤/٤) ]|

Perumpamaan Sunnah didunia seperti surga diakhirat, maka barangsiapa yang masuk surga diakhirat dia selamat, dan barangsiapa yang masuk kedalam Sunnah didunia maka dia selamat.
📚Dzammul kalam, 4/384

▶Berkata Al-Allamah Ahmad An-Najmy رحمه الله,

« الإسـلام الحقـيقي هـو السُّـنَّة، فمن استقام على السُّـنَّة وأقامهافـقد أقــام الإســلام ».

|[ “إرشاد الساري” صـ (٢٤) ]|

Islam yang sebenarnya adalah Sunnah, maka barangsiapa yang istiqomah diatas sunnah menegakkannya maka berarti dia telah menegakkan Islam
📚Irsyad As-Sary, h 24

Wallohu a’lam