🌴London (gemaislam) – Seorang anak remaja bernama, Eesa Ashby asal London, Inggris masih berusia 13 tahun telah memutuskan untuk menjadi seorang Muslim (mualaf).
Eesa berani bersahadat setelah menyadari betapa ilmiahnya kitab Alquran yang dipedomani Muslim, seperti dilansir Onislam.net, Jumat (15/5/2015).

🌱Ketertarikan Eesa berawal ketika sepupunya yang berusia 15 tahun telah mendahului masuk Islam. Saat itu Eesa baru masuk sekolah menengah. Mulanya sepupunya itu datang ke rumah dan memberitahu keluarganya tentang keislamannya. Sontak, seluruh anggota keluarga terkejut dan menolak pengakuan sang sepupu hingga ahirnya terlibat dalam perdebatan yang keras. Tetapi Eesa hanya tenang mendengarkan.
🌱Pada suatu ketika, Eesa sedang berada di rumah, saat itulah sepupunya menelepon dan memintanya datang berkunjung kerumahnya. Berangkatlah Eesa ke rumah sepupunya itu. Setibanya dirumah, sepupunya sepupunya langsung menunjukkan Al-Qur’an padanya semangat dan serius.
Itulah kisah pertama kalinya Eesa berinteraksi dengan Alquran.
🌱Dalam dialognya, sepupunya lebih banyak memberikan semacam pertanyaan atau perumpamaan yang kemudian dijelaskannya oleh dirinya. “Apakah kau tahu apa ini?” tanya sepupunya. Eesa mengakui ia tidak tahu apa-apa tentang Islam dan Al-Qur’an. Dia hanya tahu apa yang telah dikatakan ibunya tentang Kristen.
Sepupunya kemudian menjelaskan, Al-Qur’an itu seperti Alkitab bagi Kristen.
Tetapi Al-Qu’ran adalah kitab suci umat Islam. Ia juga menjelaskan tentang Allah سبحانه وتعالى dan utusan-Nya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Bahwa Al-Qur’an, kata sepupu Eesa, diturunkan Allah kepada Muhammad.
🌱 Eesa bukanlah anak yang percaya terhadap mitologi. Orang-orang berbicara tentang pengalaman spiritual mereka ketika masuk Islam, tapi bagi Eesa itu adalah tentang fakta dan angka. Karena itu, mukjizat ilmiah dalam Al-Qur’an lah yang kemudian membuatnya tertarik.
🌴Fakta ilmiah yang menarik perhatian Eesa adalah ketika Al-Qur’an menjelaskan tentang pembentukan bayi dalam rahim seorang ibu, bintang-bintang, lautan, dan bagaimana ilmu pengetahuan saat ini yang ternyata mengakui semua fakta tersebut. Eesa pun terpesona. Eesa tidak tahu ada orang-orang yang telah berbicara tentang fakta-fakta ilmiah ini sebelumnya, tapi satu yang pasti, semuanya benar.
🌱 Setelah sepupunya menjelaskan dasar-dasar Islam, ia mulai membaca tentang shalat dan mempelajarinya. Dia memiliki buku dengan transliterasi bahasa Arab dan gambar-gambar yang menunjukkan tata caranya.
🌱Pada awalnya, Eesa tidak memberitahu siapa pun jika dia telah menjadi seorang Muslim. Dia merasa belum siap menghadapi komentar dan kritik terutama pihak keluarga besarnya. Eesa mengakui, perjalanannya ke Mesir dan Yaman telah banyak mengajarinya tentang keluasan rahmat Islam. Tapi saat itu, ia berpikir untuk menyimpannya sendiri sementara waktu. Dia bahkan belum mengenal Muslim lainnya, kecuali sepupunya.
Eesa juga banyak belajar. Ia membeli buku tentang tauhid, shalat, puasa, kehidupan Nabi, para sahabat, serta empat Khulafaur Rasyidin dari toko buku setempat.
🌱Tiga atau empat bulan kemudian, ia menghadiri ceramah di rumah seorang mualaf, Abdur Rahman Green, di London Selatan. Semua orang duduk berdesakan sambil mendengarkan dengan penuh perhatian. Eesa belajar banyak tentang dasar-dasar Islam dalam kajian keislaman tersebut. Eesa pun menginjak usia 15 tahun dan akhirnya berani berbicara tentang keislamanya.
🌱Kini dia memiliki seorang teman yang juga mualaf. Mereka berdua saling membantu satu sama lain, termasuk pergi ke Masjid bersama-sama. Meski, mereka sering mendapat kesulitan saat harus melakukan ibadah shalat Jumat.
🌱 Bagi Eesa, Islam sangat masuk akal. Dia mengerti mengapa alkohol dilarang. Masuk akal baginya jika seseorang tidak boleh meminum minuman yang berbahaya. Ia juga banyak belajar di rumah Green tentang apa yang ia boleh dan tidak boleh dilakukan.

🍃Sumber: Gemaislam.com