Sabar adalah kata yang mudah diucapkan.
Tetapi tidak mudah untuk dipraktekkan.
Namun sangat indah jika diamalkan.

Sabar itu ada 3 macam dan tingkatan.
⏺Sabar diatas ketaatan
⏺Sabar dari melakukan kemaksiatan
⏺Sabar ketika tertimpa musibah

Allah سبحانه وتعالى telah menyebutkan kata “ash-shabr” dalam al-Quran lebih dari 90 kali. Dan Dia menyandingkannya dengan kata shalat dalam firman-Nya,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (al-Baqarah: 45)
Dan firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْر
ِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِين
َ “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (al-Baqarah: 153)

Dan firman-Nya,
وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ. وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Huud: 114-115)

Dan firman-Nya,
فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى
“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” (Thaahaa: 130)

Dan firman-Nya,
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالإبْكَارِ
“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (al-Mukmin: 55)

Dan Allah telah menjadikan imaamah fii ad-diin (kepemimpinan dalam agama) sebagai buah dari kesabaran dan keyakinan berdasarkan firman-Nya,
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (as-Sajdah: 24)(Syaikhuul Islam Ibnu Taymiyyah, At-Tuhfah al-‘Iraqiyyah fii al-A’maal al-Qalbiyyah)

Keutamaan yang diperoleh bagi orang-orang yang sabar:
1. Orang yang sabar akan senatiasa bersama-sama Allah.
Dan Allah lebih mencintai orang-orang yang bersabar terhadap ujian yang diberikan oleh-Nya. Allah bersama orang-orang yang sabar. Kebersamaan yang dimaksud oleh Allah adalah kebersamaan secara khusus yang berarti menjaga, melindungi, dan menolong mereka.
2. Allah memberikan apresiasi predikat taqwa kepada orang-orang yang bersabar dalam menghadapi ujian Allah. (Al-Baqoroh:177);(Ali Imran:125)
3. Allah akan memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dan tanpa batas. Orang yang berhak menerimanya adalah orang-orang yang sabar. (Az -Zummar:10), ( Al- Qashash;80)
4. Orang-orang yang sabar akan mendapatkan kabar gembira (Al Baqoroh:155)
5. Allah memberitakan bahwa orang-orang yang sabar adalah orang-orang yang mulia. (Asy-Syura:43)
6. Berita gembira dari Allah bahwa hanya orang-orang yang bersabarlah yang dapat mengambil hikmah atau pelajaran yang bermanfaat dari ayat-ayat Allah (Ibrahim: 5).
7. Mereka memperoleh keberuntungan, keselamatan, dari sesuatu yang ditakuti dan masuk surganya Allah. (Ar-Ra’d:24)
8. Sabar mewariskan derajat kepeloporan dan kepemimpinan. Sebagaimana ungkapan Syaikul Islam yang dikutip oleh Ibnu Qoyyim Al-Jauziah: “ Dengan kesabaran dan keyakinan dapat diperoleh kepemimpinan dalam agama.” Lalu ia menyebutkan firman Allah (As-Sajdah:24)
9. Allah menghubungkan kesabaran dengan iman, keyakinan, takwa, tawakal, syukur, amal shalih, dan rahmat yang diperoleh seseorang. Sabar merupakan bagian dari iman, ibarat kedudukan kepala dari tubuh. Tiada artinya iman bagi orang-orang tidak memiliki kesabaran, sama artinya ibarat tubuh tanpa kepala. Sehingga Umar bin Khatab berkata; “ Hidup yang paling baik ialah yang kami lalui dengan kesabaran.

Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya.

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. [Al-Baqarah : 177]
Wallohu a’lam