DARURAT AL-QUR’AN

Dari Umar bin Khottob, bersabda Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ».
“Sesungguhnya Allah akan memuliakan suatu kaum dengan kitab ini (Al Qur`an) dan menghinakan yang lain.” (HR Muslim, 817.)
Umar bin Khotob mengungkapkan sabda Nabi tersebut ada latar belakangnya, yaitu Nafi bin Abdul Harits adalah seorang pejabat di kota Makkah yang diangkat oleh Khalifah Umar bin Al-Khaththab. Suatu hari ketika beliau sedang berada di wilayah ‘Usfan, datanglah seorang shahabat terbaik ketiga setelah Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dan Abu Bakar, yaitu Umar bin Al-Khaththab. lalu beliau pun berbincang-bincang cukup lama dengannya. “Siapa yang Anda angkat sebagai kepala bagi penduduk Wadli?” tanya Umar “Ibnu Abza” Jawab Nafi’ “Siapakah itu Ibnu Abza?” tanya Umar “Salah seorang Maula (budak yang telah dimerdekakan) di antara beberapa Maula kami.” jawab Nafi’ “Kenapa Maula yang diangkat?” tanya Umar “Karena ia adalah seorang yang pintar tentang Kitabullah dan pandai tentang ilmu fara`idl (ilmu tentang pembagian harta warisan).” jawab Nafi’ “Benar!, Nabi kalian pernah bersabda: ‘Sesungguhnya Allah akan memuliakan suatu kaum dengan kitab ini (Al Qur`an) dan menghinakan yang lain.” kata Umar
Hadits ini menerangkan bahwa dengan membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, Allah akan meninggikan derajat seseorang di dunia dan di Akhirat. Seperti yang terjadi kepada Ibn Abza, dia dulunya adalah seorang hamba sahaya yang rendah di mata orang lain, tapi ketika ia menjadi seorang yang membaca Al-Qur’an dan menguasai Ilmu Faraidh. Maka Allah mengangkat derajat Ibn Abza menjadi seorang pemimpin penduduk Wadli’ yang dihormati dan ditaati karena keilmuan dan keshalihannya.
Sedangkan bagi orang yang menolak Al-Qur’an dan enggan untuk melaksanakan perintah dan larangan di dalamnya, Allah akan merendahkan derajatnya di dunia dan di akhirat. Banyak terjadi di sekitar kita orang-orang yang enggan melaksanakan perintah Allah dalam Al-Qur’an. Allah memerintahkan hambanya untuk Shalat Lima Waktu, tapi ada yang tidak melaksanakannya dengan alasan kesibukan pekerjaan dan alasan lainnya. Allah memerintahkan untuk berzakat, tapi masa ada yang enggan melaksanakannya. Apabila masih ada orang seperti ini, maka tunggulah datangnya ancaman Allah terhadap mereka, sebagaimana diterangkan pada hadits ini.(As-Sindi, Hasyiyah As-Sindi ‘Ala Sunan Ibn Majah)

Ada sebuah riset yang sangat memprihatinkan bagi kaum Muslimin, sebagaimana diberitakan oleh situs islam : Gemaislam.com.

Dampak Kecanggihan Teknologi, 80 Persen Generasi Muda Islam Indonesia Jauh Dari Alquran

JAKARTA (gemaislam) – Mengkhawatirkan, bahwa di Indonesia berdasarkan hasil riset, mayoritas umat Islam tidak dapat membaca Alquran apalagi bisa menulis, artinya kondisi umat Islam sungguh ironis, padahal umat Islam jumlahnya terbesar di dunia. Riset Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) pada tahun 2012 menunjukkan sekitar 70 persen umat Islam di Indonesia tidak bsa membaca dan menulis Alquran dengan baik. Sementara hasil riset oleh perguruan tinggi di Palu, 80 persen kalangan muda Islam menunjukan hal serupa. Pakar Tafsir Alquran, KH Ahsin Sakho Muhammad, menyatakan, orang tua zaman sekarang lebih pragmatis, karena menilai segala sesuatu harus ada nilai materinya, akhirnya banyak kegiatan agama itu dikesampingkan, karena dianggap tak membawa nilai secara materi. “mayoritas orang tua saat ini melihat segala sesuatu kegiatan itu harus ada nilai materinya. Sehingga pertanyaan untuk apa sih?…dan pada akhirnya kegiatan keagamaan itu dikaitkan dengan materi,” kata KH Ahsin Sakho, seperti dilansir ROL, Selasa (24/3/2015). Ia mengungkapkan, bahwa kondisi tersebut sangat menyedihkan, bahkan sangat mengkhawatirkan sehingga generasi muda Islam jauh dariAl Quran. “selain faktor teknologi yang mengajak generasi muda Muslim menjauhi Alquran. Tentu hal mendasar adalah kurangnya pendidikan yang diberikan orang tua kepada anak,” pungkas KH Ahsin Sakho. Ahsin Sakho menjelaskan, keseriusan di dalam mengarahkan generasi muda untuk cinta terhadap Al Quran masih kurang dan perlu dibenahi. Indikatornya terlihat dari kurangnya tempat untuk belajar Alquran di beberapa daerah…

Hal ini harus menjadikan perhatian serius setiap muslim agar umat ini tidak jauh terpuruk dalam kehinaan, agar segera sadar dan kembali kepada Al Quran. Hanya dengan kembali kepada Al Quran dan As-Sunnah sebagaimana yang telah dipahami para Salaf Ummat Islam akan memperoleh kembali kejayaannya sebagaimna pendahulunya dari generasi Sahabat, Tabi’ien dan Tabi’it-Tabi’ien. Sebagimana nasehat Imam Malik,”Tidak akan baik ummat ini kecuali dengan apa yang menjadi baik para pendahulunya dari Para Salaf As-Sholeh “. Semoga bermanfaat.

Abu Yusuf