Kemaksiatan itu memiliki dampak buruk dan tercela serta merusak hati dan jasmani, baik didunia apalagi di akhirat.
?Diantara dampak buruk maksiat sebagai berikut:
1. Terhalang mendapatkan ilmu.
Ilmu adalah cahaya yang dimasukkan oleh Alloh kedalam hati seorang hamba, sedangkan maksiat akan mematikan cahaya tersebut.
Sebagaimana nasehat Imam Waki’ kpd Imam Syafi’: “Ilmu itu cahaya Alloh, sedangkan cahaya Alloh tidak akan diberikan kepada yang bermaksiat kepada-Nya.
2. Terhalang mendapatkan rezeki.
Sebagaimana ketakwaan itu mendatangkan rezeki maka maksiat menjadi penghalangnya.
Firmannya:
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث ﻻ يحتسب.
“Dan barangsiapa yg bertakwa akan dijadikan jalan keluar baginya dan diberi rezeki dari arah yg tidak disangkanya.”(Ath-Tholaq:2-3)
3. Kesuraman dalam hati dan menjadikan hatinya mati.
Pelaku maksiat akan merasa tercampakkan dirinya dari Alloh sehingga menjadi suramlah hatinya dan hilanglah segala kenikmatan dunia.
4. Dia menjadi terasing dengan yang lain dan terhalang mendapatkan doa orang sholih.
Sebagian Salaf berkata,”Aku telah melakukan maksiat, dan aku melihat pengaruhnya pada perilaku hewan tungganganku dan juga pada istriku”
Pelaku maksiat tidak akan mendapakatkan doa kebaikan Rasululloh صلى الله عليه وسلم, para malaikat dan orang2 mukmin. Sebagaimaba Firman Alloh dalam surat Ghofir ayat 7-9.
5. Berbagai urusannya menjadi sulit.
Sebagaimana dalam ayat Ath-Tholaq: 2 diatas.
6. Gelapnya hati dan hilangnya akal.
Ibnu Abbas berkata,”Kebaikan itu memiliki pancaran di wajah, cahaya dalam hati, keluasan rezeki, kekuatan pada jasmani, serta kecintaan didalam hati para makhluk. Sebaliknya, keburukan itu menimbulkan kehitaman di wajah, kegelapan di dalam hati, kelemahan dalam tubuh, kesempitan rezeki serta kebencian di dalam hati para makhluk”
Sebagian Salaf betkata,”Tidak ada seorangpun yang bermaksiat kepada Alloh kecuali telang hilang akalnya”
7. Terhalang melakukan ketaatan.
Kalaupun suatu dosa itu tidak ada sanksinya ketika di dunia, namun ia akan menghalangi seseorang dari melakukan ketaatan sebagai gantinya.
7. Mengurangi umur dan menghilangkan keberkahan.
Dia akan merasakan hal itu ketika dihadapan Alloh dengan mengatakan,”Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal sholih) dalam hidupku ini”(Al-Fajr:24).
8. Satu kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan lainnya dan menimbulkan kerusakan yang lainnya.
Ketika pelaku maksiat sudah akrab dan senang dengan perbuatannya maka Alloh akan mengirimkan setan untuk selalu menghiasi indah perbuatannya.
Firman Alloh, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”(Ar-Rum:41)
9. Melemahkan keinginan untuk berbuat baik.
Ketika petbuatan maksiat semakin lekat dan kuat akan menjadikan dia lemah untuk bertaubat sehingga semakin menjauhkannya dari kebaikan
10. Menyebabkan kehinaan seseorang.
Pelaku maksiat yang tidak bertaubat adalah manusia yang terhina disisi Alloh.
ومن يهن الله فما له من مكرم.
“Barangsiapa yang dihinakan Alloh maka tidak ada seorangpun yang akan memuliakannya”(Al-Hajj:18)

?Semoga Alloh menjaga kita dan keluarga kita dari kehinaan dan murka Alloh karena dosa dan maksiat kita kepada-Nya.

Wallohu a’lam
?Diringkas dari Al-Jawabul Kafi Al-Imam Ibnul Qoyyim

?Abu Yusuf Masruhin