Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, bersabda,
إِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَا بَكَ قَبْلَ هَرَ مِكَ ، وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ ، وَ غِنَا كَ قَبْلَ فَقْرِ كَ ، وَ فَرَا غَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ،وَ حَيَا تَكَ قَبْلَ مَوْ تِكَ
“Gunakanlah yang lima sebelum datang yang lima: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa kosongmu sebelum datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR Al-Hakim; disohihkan Al-Albany dalam At- Targhieb, 3355)
Hadis Nabi ini mengingatkan tentang pentingnya menjaga waktu dan memanfaakannya. Waktu luang adalah kesempatan berharga yang tidak akan berulang kembali kedatangannya. Dan “lima perkara sebelum lima perkara” itu memiliki maksud supaya kita mempergunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya, sebelum hilangnya kesempatan tersebut.
Hal ini mengingatkan kita, agar jangan sampai kita seperti orang-orang yang merugi dengan waktu, sebagaimana yang Allah ingatkan dalam firman-Nya,
والعصر. إن الإنسان لفي خسر. إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”(Al-“Ashr:1-3)
Demikian pula jangan sampai kita bernasib seperti orang-orang kafir yang menyesal dengan kekafirannya di jahannam, Firman-Nya: “Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya. Demikianlah kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. (Fathir:36)
Lalu dijawab oleh Allah penyesalan mereka: “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorang penolongpun.”(Fathir:37)

Manfaatkanlah Waktu luangmu !.

Wasiat Umar kepada kaum Muslimin:”Waspadalah terhadap waktu luang, karena ia lebih banyak membuka pintu maksiyat daripada pintu syukur. (Nasrud Durr,2/60)

Nasehat Syaikh Ibnu Utsimin,”Waktu luang bisa menjadi penyakit yang membinasakan pikiran, akal dan potensi fisik manusia, karena diri manusia harus beraktifitas dan berbuat. Jika diri manusia tidak beraktifitas maka pikirannya akan beku, akalnya akan buntu dan aktifitas dirinya akan lemah, sehingga hatinya akan dikuasai bisikan-bisikan pemikiran buruk, yang terkadang akan melahirkan keinginan-keinginan buruk. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang kurang diperhatikan oleh kebanyakan manusia; yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Abu Dawud, 4833, Tirmidzi, 2378 dan Hakim 4/189, dishahihkan oleh al-Albani)
Untuk mengatasi hal ini, hendaknya seorang Mukmin (terutama pemuda) berupaya untuk mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang cocok dan bermanfaat untuknya, seperti membaca, menulis, berwiraswasta atau kegiatan lainnya, untuk menghindari kekosongan aktifitas dirinya, dan menjadikannya sebagai anggota masyarakat yang berbuat kebaikan untuk dirinya dan orang lain. (Syaikh Ibn Al-Utsaimin, Min Musykilaatisy Syabaab, hal. 12)
Semoga bermanfaat.
Abu Yusuf