Firman Allah,
ومن يوق شح نفسه فأولئك هم المفلحون.
“ Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya , maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Ath-Thagabun : 16)
🌴Orang-orang yang dijaga oleh Allah dari sifat bakhil dari jiwa mereka dan dijauhkan dari pengaruhnya dengan mengikuti hawa nafsu, maka mereka berbeda dengan golongan lain yang bakhil yang tidak menyukai untuk infak, mereka itulah orang-orang yang akan Allah selamatkan dari siksaan-Nya.
Allah berfirman,”Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya. Apakah kemudharatannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka. (An-Nisaa: 36-39)
🌴Kesulitan hidup , baik itu dari aspek ekonomi maupun sosial bisa menerpa siapa saja seseorang, keluarga ataupun masyarakat. Kesulitan hidup itu disebabkan antara lain karena melakukan tindakan maksiat. Maksiat itu tidak hanya melakukan perbuatan asusila saja, tapi dapat juga berupa ketidak taatan manusia kepada apa-apa yang diperintahkan Rabbnya.
🌿Orang yang dermawan yang mengeluarkan infak itu akan terasa lapang hidupnya dan lebar jiwanya, sehingga ia mampu menarik yang ada dibelakangnya dan membawa kedua kakinya serta semua bekas perjalanan dan langkahnya. Sebagaimana perumpamaan yang diungkapkan Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ,
مثلُ البخيلِ والمتصدِّقِ مثلُ رجلَين عليهما جُنَّتان من حديدٍ . إذا همَّ المتصدِّقُ بصدقةٍ اتَّسعتْ عليه . حتى تُعفي أثرَه . وإذا همَّ البخيلُ بصدقةٍ تقلَّصَت عليه . وانضمَّت يداه إلى تراقيه . وانقبضت كلُّ حلقةٍ إلى صاحبتِها ، قال : فسمعتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يقول : فيجهَدُ أن يُوسِّعَها فلا يستطيعُ
” Perumpamaan orang yang bakhil dan orang yang mengeluarkan infaknya seperti dua orang yang mempunyai dua kantong yang terbuat dari besi yang panjangnya dari dada mereka hingga di atasnya. Ada pun orang yang suka berinfak, ia tidak mengeluarkan infak kecuali sampai semua yang ada dalam kantong habis, sehingga jari-jari tangannya tertutup ketika ia mengambil hartanya untuk infak atau tidak ada lagi tersisa sesuatu pun dalam kantongnya . Ia akan menjadi penghapus dosa-dosanya hingga tidak ada bekas sedikitpun. Adapun orang yang bakhil , ia tidak mau mengeluarkan infak kecuali semua anggota badannya akan saling lekat, ia berusaha melebarkannya tetapi tidak mampu juga ” (HR Al-Buhory, 1443 ; Muslim, 1021)
Imam Al Khattabi berkata,” Ini adalah perumpamaan yang disampaikan oleh Rasulullah saw tentang dua orang yang suka mengeluarkan infak dan orang yang bakhil seperti dua orang yang ingin memakai baju perang( tameng ) untuk melindungi dirinya dari serangan senjata musuh. Kemudian mereka memakainya di atas kepala. Tameng biasanya dipakai mulai dari atas kepala hingga menutupi dada, sampai kedua tangannya tertutupi. Demikanlah orang yang mengeluarkan infak seperti orang yang memakai tameng yang lebar hingga menutupi semua anggota badannya. Dan perumpamaan orang yang bakhil sperti orang yang memangku tangannya hingga sampai kepundaknya. Setiap hendak ia memakainya, ia harus mengumpulkan tangannya ke pundak.
Inilah maksudnya bahwa orang yang dermawan ketika hendak berinfak dadanya lapang , tidak terhalang, jiwanya bersih , pun rezekinya menjadi bertambah banyak. Sedangkan orang bakhil, jika dikatakan tentang infak, ia akan merasa tamak dan rakus, seakan dadanya sempit dan tangannya selalu tergenggam.
🌷Bahayanya Sikap Kikir
Salah satu penyebab kesulitan hidup adalah: BAKHIL ATAU KIKIR.
Allah berfirman : ” Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-nya, mereka kikir dengan karunia itu dan ia berpaling dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran) (At-Taubah : 76)
Firman-Nya,”Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala yang terbaik, maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang sukar.”(Al-Lail : 8-10)
Ibnu Abbas berkata, “ Bakhil dengan hartanya dan tidak mau menyembah Allah سبحانه وتعالى , tidak percaya terhadap surga dan nikmat-Nya, maka akan Allah persiapkan untuknya nasib yang menjadikannya dalam kesusahan yaitu kehidupan yang sulit di dunia dan akhirat. Ia adalah jalan kejahatan ”
Allah berfirman,”Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada Jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap diri nya sendiri. Dan Allahlah yang Maha kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling , niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (Muhammad: 37-38)
Dari Jabir, Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,
اتَّقوا الظُّلمَ . فإنَّ الظُّلمَ ظلماتٌ يومَ القيامةِ . واتَّقوا الشُّحَّ فإنَّ الشُّحَّ أهلك من كان قبلكم . حملهم على أن سفكوا دماءَهم واستحلُّوا محارمَهم
” Jauhilah perbuatan zalim, karena kezaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat. Dan jauhilah dari sifat kikir dan tamak , karena ia telah menghancurkan umat sebelum kalian. Ia telah mendorong mereka menumpahkan darah saudara mereka sendiri dan menghalalkan kehormatan mereka.. (HR Muslim, 2578)
🌿Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ telah menjelaskan dampak negatif yang diakibatkan dari penyakit bakhil ini dalam sabdanya :
اياكم والشح فان الشح أهلك من كان قبلكم امرهم بالقطيعة فقطعوا وأمرهم بالبخل فبخلوا وامرهم بالفجور ففجروا (رواه الامام احمد)
“Hati-hatilah kamu terhadap sifat bakhil, karena bakhil telah merusak orang-orang sebelum kalian. Mereka disuruh memutuskan silaturrohmi maka merekapun memutuskannya, mereka disuruh berbuat kikir merekapun melakukannya, mereka disuruh berbuat maksiyat maka merekapun melakukannya”( HR Imam Ahmad disohihkan Al-Albany dalam Ash-Shohihah, 2/513).
Rasulullah bersabda, “Hati-hatilah kalian terhadap perbuatan kikir, karena sifat kikir telah menjerumuskan orang-orang yang sebelum kalian, sehingga mereka menumpahka darah-darah mereka, dan telah menjerumuskan orang-orang yang sebelum kalian sehingga mereka memutuskan hubungan silaturahminya, dan telah menjerumuskan orang-orang yang sebelum kalian sehingga mereka menghalalkan apa yang diharamkan untuk mereka.”( HR Imam Ahmad disohihkan Al-Albany dam At-Targhieb, 2603)
Rasulullah bersabda,
خَصلتانِ لا يجتمعانِ في مؤمنٍ : البُخلُ ، وسوءُ الخُلُقِ
“Ada dua sifat yang tidak akan terkumpul pada orang yang beriman yaitu sifat kikir dan buruk sangka.( HR At-Tirmidzi disohihkan Al-Albany dalam At-Targhieb, 2608) .
🌿KISAH QARUN
Allah menjelaskan tentang Qarun dan kekayaannya di dalam surah Al-Qhasas ayat 70-80.
Ibn Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, mengisahkan tentang Qorun yang asalnya dia itu bukanlah orang yang kaya. Dan dia sangat dekat dengan Nabi Musa عليه السلام. Qarun belajar dengan Nabi Musa. Salah satu ilmu yang dipelajarinya ialah, ilmu mengenai tempat mana emas tersembunyi di dalam bumi.
Qarun akhirnya menjadi kaya-raya. Setelah kaya-raya, Qarun diminta agar memberikan sedikit harta kekayaannya kepada kaumnya.
Namun, sayangnya Qarun membantah dan membusungkan dada bahwa segala harta yang diperolehinya itu adalah atas ilmu dan kerja keras dirinya sendiri.
Akhirnya, Allah membenamkan Qarun, istana dan hartanya ke dalam bumi.
🌹Kisah ini merupakan kisah nyata yang disampaikan oleh Allah dalam Al-Qur’an sebagai ibroh bagi setiap manusia setelahnya tentang bagaimana bahayanya sikap KIKIR, dan bagamana akhir perjalanan hidupnya.
Mereka yang kikir bahkan takabbur tidak akan bahagia diakhirnya dengan hartanya dan pasti mendapat murka Allah. Wallahu A’lam
🌱Dinukil dari berbagai mausu’ah fil hadits
🍃Abu Yusuf

Open chat